Yuk, Membangun Sesama Dengan Buku Bekas Anda…

23 06 2008

Dear sahabat semua,

Mari Membangun Sesama Kita

Kali ini saya mengetuk hati & mengajak Anda semua, untuk berbagi dalam bentuk buku-buku yang sudah tidak terpakai untuk disumbangkan ke sebuah Akademi Entrepreneurship Terang Bangsa yang berlokasi di Semarang.

Adapun, buku-buku yang diperlukan bagi kemajuan perpustakaan di Akademi ini adalah buku-buku Entrepreneurship, Marketing, Manajemen, Ekonomi…atau yang lainnya yang berhubungan dengan hal tersebut. Buku-buku pengembangan diri juga diterima lhooo…

Jika berkenan & tidak merepotkan, mohon buku-buku yang Anda sumbangkan (boleh bila hanya 1 buku saja lho…) dikirimkan ke alamat dibawah ini

Rudy Marbun

Jl. Arteri Utara, Kompleks Grand Marina

Semarang 50144

Telp: 024 76631710

Semoga keterbukaan dan keikhlasan hati Anda membangun sesama mendapatkan berkat yang lebih lagi dari sang Pencipta.

Salam,

am





Stop Talk! Listen now…

21 06 2008

                                                   

Seringkali manusia memang senang untuk bicara…bicara dan bicara…

Bicara identik dengan ekspresi diri, mengemukakan pendapat, eksistensi diri…keberadaan kita dapat terlihat oleh orang lain. Menjadi pembicara yang tangguh, pembicara yang hebat, pen-debat yang pintar dan memiliki segudang ilmu bicara yang canggih,

Namun, ada tidak sih yang juga seringkali terlewatkan???

Menurut saya, yang seringnya terlewat yakni suatu hal yang justru lebih penting…MENDENGARKAN

Karena, dengan terus bicara, dunia menjadi milik kita sendirian. Sedangkan, kita hidup dengan orang-orang lainnya di tanah, udara dan bumi yang sama dengan kita, bukan?

Mendengarkan, adalah aktifitas tidak perlu keluar tenaga dan suara seperti layaknya bicara. Mendengarkan hanya memerlukan “keberadaan” diri kita seutuhnya, dengan cukup berdiam diri dan menyimak…

Kelihatannya mudah ya? tapi, akan sulit bila dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Setiap orang sibuk ingin didengar alias bicara dan bicara…lalu, kalau semua bicara, siapa yang mau mendengarkan?

Yuk, sekali-kali berdiam diri, mendengarkan…dengan HATI, terkadang jalan ini lebih efektif mengatasi persoalan yang timbul lho…

Bagaimana dengan Anda?

 

Salam,

am





Karier Mentok? Jangan Pusing!

20 06 2008

Artikel saya ini telah dimuat di Tabloid Nova edisi Senin, 16-22 Juni 08 www.tabloidnova.com

Anda merasa sudah tidak bisa lagi menapaki jenjang karier yang lebih tinggi di kantor? Jangan khawatir, lakukan saja beberapa saran berikut!

Anda tahu lagu yang popular dibawakan oleh duo Maia & Friend, berjudul Emang Gue Pikirin? Jangan terburu-buru menyanyikan sepenggal syair lagu itu, yang berarti jangan ambil pusing, jika Anda mengalami situasi kerja yang stagnan, alias sulit melangkah ke jenjang karier yang lebih tinggi lagi. Karena, untuk urusan yang satu ini sedikit berbeda tentunya.

Memang, banyak diantara kita sering dibuat pusing dengan kondisi karier yang mentok. Apalagi, dengan kenaikan harga BBM yang membuat harga ikut melonjak, sementara gaji anda tak mengalami pertambahan secara signifikan. Nah, ujung-ujungnya anda sibuk menerka-nerka, mengap ya, kok sudah lama bekerja di perusahaan ini, promosi tak kunjung menghampiri anda?

Seringkali, karena terlalu dipusingkan dengan hal ini, anda jadi tak sempat memperhatikan hal-hal lainnya lagi, di luar masalah karier anda tadi. Anda cenderung terlena dan terbawa suasana kantor, yang tampaknya makin tak kondusif lagi bagi perkembangan diri anda. Padahal, anda manusia bebas. Bebas diciptakan untuk mengubah dan menentukan nasib sendiri. Anda pun berhak mengembangkan diri sepenuhnya.

Apa maksudnya? Ya, daripada pusing memikirkan urusan promosi jabatan yang tak kunjung tiba, lebih baik anda mencari cara bagaimana kemampuan atau skill yagng dimiliki bisa terus berkembang. Sebab, jika boleh dikatakan, banyak faktor yang dapat dijadikan pertimbangan, baik dari segi kemampuan sebagai karyawan sendiri maupun faktor kedekatan dengan atasan.

Jadi, daripada pusing menduga-duga tak jelas, berikut ini ada beberapa tips yang dapat anda lakukan agar tidak terjebak dalam status quo karier yang mentok: Read the rest of this entry »





Kutu Lontar

4 06 2008

Mungkin banyak pihak di kalangan pekerja profesional yang masih memandang sebelah mata pada para pekerja yang sering meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Nah, tipe pekerja sejenis ini sering disebut sebagai Kutu Loncat.

Namun, paradigma berfikir untuk menetap disatu perusahaan cukup lama dan menuggu jenjang karier yang menanjak sudah tidak jaman lagi. Benarkah demikian? Lalu apakah para kutu loncat ini dapat dipercaya oleh para pemimpin perusahaan? Bagaimana bila dilihat dari segi loyalitasnya?

Menurut saya, strategi meloncat saat ini telah ketinggalan jaman. Perlu strategi khusus yang matang merumuskan target-target dalam kehidupan karier seseorang. Oleh karena itu, strategi sukses menggapai puncak karier bisa dilakukan dengan mengubah cara-cara lama dengan cara-cara baru. Jangan sekedar hanya meloncat, karena dapat merugikan Anda sendiri. Namun, MELONTARLAH.

Simak berbagai kisah yang dituangkan dalam buku Kutu Lontar - Sukses Menggapai Puncak Karier dengan Menjadi Pekerja Kutu Lontar. Berisi tip dan motivasi bagaimana menyingkapi karier yang mandek dan menemukan kualitas diri yang masih terpendam dalam diri. Serta, menyingkapi fenomena permasalahan yang sering timbul di dunia kerja seperti persoalan antar atasan-bawahan, sesama tim, hubungan kerja, hingga mengakali diri agar tetap cinta pekerjaan & bertanggung jawab memberikan yang terbaik.

Terbit mulai hari ini 4 Juni 2008, dan beredar di toko-toko buku Gramedia seluruh Indonesia.

Judul Buku: Kutu Lontar - Sukses Menggapai Puncak Karier dengan Menjadi Pekerja Kutu Lontar

Penulis: Afra Mayriani

Editor: Edy Zaqeus

Desain: Marthin Marbun

Penerbit: Elexmedia Komputindo - Kelompok Kompas Gramedia

Ucapan terima kasih

1. Kepada Tuhan yang Maha Esa, yang menciptakan setiap manusia dengan keunikan dan kemampuannya masing-masing yang sangat luar biasa.

2. Kepada suami, orang tua dan para sahabat yang dengan sabar telah menjadi bagian dari proses perjalanan kehidupanku.

3. Kepada para pembaca blog-ku dan teman-teman di facebook dan milis2 yang dengan baik hati menerima, memberikan masukan bahkan bersedia menjadi guru dalam setiap jengkal tulisan yang saya torehkan.

Salam Sukses,

Afra





Do your Best & God will do the Rest…

30 05 2008

Mungkin banyak dari kita yang pernah mengalami suatu keadaan dimana segala harapan dan ekspektasi kita tidak tercapai ataupun tidak sesuai. Dan, ada sebagian besar yang menganggapnya sebagai suatu kegagalan…

Mungkin kalau hasil yang didapat lebih dari yang kita harapkan ataupun targetkan, hidup rasanya begitu menyenangkan. Kita merasa begitu mendapatkan anugerah terindah dalam kehidupan ini (seperti lagunya sheila on 7).

Nah, bila yang terjadi kebalikannya, biasanya kita justru merasa sedih, marah bahkan sampai frustasi. Merasa diri bukanlah siapa-siapa. Merasa bodoh dan mengasihani diri sendiri. Mengapa begini…mengapa begitu…(bukan lagunya doraemon lho).

Lalu apa yang seharusnya kita perbuat jika keadaan tidak menyenangkan seperti ini terjadi? Bingung…sudah tentu…

Pernah mendengar kata P-A-S-R-A-H kan? Suatu kata yang terdiri dari 6 huruf ini ternyata sungguh dasyat. Ketika kita sudah mentok dengan apa yang harus kita perbuat guna memperbaiki hal yang jauh dari kemampuan kita, kata inilah yang menguatkan kita. Disadari ataupun tidak.

Pasrah bukan berarti menyerah. Pasrah berarti menyadari secara totalitas kekurangan kita sebagai manusia dengan keterbatasan-keterbatasan tertentu.

Pasrah berarti kita telah sampai pada satu titik dimana secara sungguh-sungguh dan rendah hati mengakui kekuatan maha agung yang luar biasa. Yang dapat membalikkan segala yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ketika kita sebagai manusia telah sampai pada titik temu ini, maka kepasrahan akan menjadi kekuatan. Kekuatan besar yang akan menopang kaki kita agar terus kuat melangkah. Menjaga hati kita dari kerapuhannya. Dan, menuntun kita menemukan sinar baru diujung lorong yang gelap.

[am]